Merupakan alat untuk mengukur tegangan pada suatu circuit. Dalam menggunakannya kita memparalelkan voltmeter dengan rangkaian yang ingin diukur besar tegangannya. Jika tegangan berupa tegangan DC maka pengalinya di set pada bagian DC, dan jika AC maka diset pada bagian AC. Hasil pada layar akan dikali dengan pengalinya terlebih dahulu, maka akan muncul nilai tegangan pada rangkaian
Ampere meter
Amperemeter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur nilai arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian listrik. Pengukuran arus listrik harus memutuskan rangkaian terlebih dahulu lalu dihubungkan masing-masing ke terminal-terminal amperemeter. Model rangkaian adalah rangkaian seri sehingga arus listrik mengalir melewati amperemeter secara langsung.
Potensiometer
Potensiometer merupakan resistor variabel yang nilai resistansinya dapat diubah dengan cara memutar tuasnya untuk mendapatkan variasi arus. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan perangkat elektronik. Salah satu contohnya seperti pengatur volume pada peralatan audio
Tahanan Geser
Tahanan geser merupakan resistor variabel yang nilai resistansinya dapat diubah dengan cara menggeser tuasnya untuk mendapatkan variasi arus. Tahanan geser biasanya digunakan untuk mengendalikan perangkat elektronika. Salah satu contohnya seperti pada radio.
DC Power Supply
Rangkaian yang mengubah arus listrik AC menjadi DC ini disebut dengan DC Power Supply atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Catu daya DC. DC Power Supply atau Catu Daya ini juga sering dikenal dengan nama “Adaptor”.
Pada gambar 1 Rangkaian mengalir dari kutub positif baterai (sumber) menuju kutub negatif sumber sehingga arah arus pada rangkaian searah dengan jarum jam. Rangkaian seri arus di peroleh dari pembagian tegangan sumber dengan hambatan total (I = Vth / Rth). Pada prinsip rangkaian seri tegangan pada tiap hambatan berbeda beda dan besar nilai arus akan sama pada tiap hambatan sehingga, (Ith = Ia = Ib = Ic) dan (Vth = (Va + Vb + Vc)) dan (Rth = Ra + Rb + Rc). Arus yang mengalir dari kutub positif sumber masuk ke kaki resistor XA sehingga diperoleh tegangan (Va = I*Ra). Arus yang keluar dari kaki resistor XA masuk ke kaki resistor XB sehingga diperoleh (Vb = I*Rb). Arus yang keluar dari kaki resistor XB masuk ke kaki resistor XC sehingga (Vc = I*Rc)
Rangkaian Gambar 2
Gambar 2
Prinsip kerja:
Pada gambar 2 Rangkaian mengalir dari kutub positif baterai (sumber) menuju kutub negatif baterai (sumber) sehingga arus pada rangkaian di atas searah dengan jarum jam. Diperoleh rangkaian dari jumlah arus total dikali jumlah resistansi hambatan total (V = Ith*Rth). Pada Rrangkaian paralel Arusnya memiliki nilai yang berbeda-beda sedangkan tegangan akan bernilai sama (Vth = Va = Vb = Vc) dan (Ith = Ia + Ib + Ic) dan (1/Rth = 1/Ra+1/Rb+1/Rc). Arus yang mengalir dari kutub positif sumber masuk ke kaki resistor XA lalu keluar menuju kutub negatif sumber menghasilkan (Ia=V/Ra). Arus yang mengalir dari kutub positif sumber masuk ke kaki resistor XB lalu keluar menuju kutub negatif sumber menghasilkan (Ib=V/Rb). Arus yang mengalir dari kutub positif sumber masuk ke kaki resistor XC lalu keluar menuju kutub negatif sumber menghasilkan (Ic=V/Rc).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar