MODUL 1
GENERAL INPUT DAN OUTPUT
Memahami cara penggunaan input dan output digital pada mikrokontroler
Menggunakan komponen Input dan Output sederhana dengan STM32 NUCLEO G474RE
Menggunakan komponen input dan output sederhana dengan STM32F103C8
|
Microcontroller |
STM32G474RE (ARM
Cortex-M4F) |
|
Operating Voltage |
3.3 V |
|
Input Voltage
(recommended) |
5 V via USB (ST-LINK) atau 7–12 V via
VIN |
|
Input Voltage
(limit) |
4.5 – 15 V (VIN
board Nucleo) |
|
Digital I/O Pins |
±51 GPIO pins (tergantung konfigurasi fungsi) |
|
PWM Digital I/O Pins |
Hingga 24 channel PWM (advanced,
general-purpose, dan high-resolution timers) |
|
Analog Input
Pins |
Hingga 24 channel ADC (12-bit / 16-bit
dengan oversampling) |
|
DC Current per I/O
Pin |
Maks. 20 mA per pin
(disarankan ≤ 8
mA) |
|
DC Current for 3.3V
Pin |
Hingga ±500 mA (tergantung regulator & sumber daya) |
|
Flash Memory |
512 KB internal Flash |
|
SRAM |
128 KB SRAM (termasuk CCM RAM) |
|
Clock Speed |
Hingga 170 MHz |
2. STM32F103C8
|
Microcontroller |
ARM Cortex-M3 |
|
Operating Voltage |
3.3 V |
|
Input Voltage
(recommended) |
5 V |
|
Input Voltage
(limit) |
2 – 3.6
V |
|
Digital I/O Pins |
32 |
|
PWM Digital
I/O Pins |
15 |
|
Analog Input
Pins |
10 (dengan
resolusi 12-bit ADC) |
|
DC Current per I/O Pin |
25 mA |
|
DC Current for 3.3V Pin |
150 mA |
|
Flash Memory |
64 KB |
|
SRAM |
20 KB |
|
EEPROM |
Emulasi dalam
Flash |
|
Clock Speed |
72 MHz |
3. Touch Sensor
SPESIFIKASI :
- Konsumsi daya yang rendah
- Bisa menerima tegangan dari 2 ~ 5.5V DC
- Dapat menggantikan fungsi saklar
tradisional
- Dilengkapi 4 lobang baut untuk memudahkan
pemasangan
- Tegangan kerja : 2v s/d 5.5v (optimal 3V)
- Output high VOH : 0.8 VCC (typical)
- Output low VOL : 0.3 VCC (max)
- Arus Output Pin Sink (@ VCC 3V, VOL 0.6V)
: 8 mA
- Arus Output pin pull-up (@ VCC=3V,
VOH=2.4V) : 4 mA
- Waktu respon (low power mode): max 220 ms
- Waktu respon (touch mode): max 60 ms
- Ukuran: 24 mm x 24 mm x 7.2 mm
4. PIR Sensor
5. LED
6. Buzzer
7. Resistor
A. General Input Output
Input adalah semua data dan
perintah yang dimasukkan ke dalam memori untuk diproses lebih lanjut oleh
mikroprosesor. Sebuah perangkat input adalah komponen piranti keras yang
memungkinkan user atau pengguna memasukkan data ke dalam mikroprosesor. Output
adalah data hasil yang telah diproses. Perangkat output adalah semua komponen
piranti keras yang menyampaikan informasi kepada orang-orang yang
menggunakannya.
Pada STM32F103C8T6 dan STM32 NUCLEO
G474RE pin input/output terdiri dari digital
dan analog yang jumlah pin-nya tergantung jenis mikrokontroller yang digunakan.
Input digital digunakan untuk mendeteksi perubahan
logika biner pada pin
tertentu. Adanya input digital memungkinkan mikrokontroler untuk dapat
menerjemahkan 0V menjadi logika LOW dan 5V menjadi logika HIGH. Membaca sinyal
digital pada mikrokontroller dapat menggunakan sintaks digitalRead(pin);
Output
digital terdiri dari dua buah logika, yaitu kondisi logika HIGH dan kondisi
logika LOW. Untuk menghasilkan output kita dapat menggunakan sintaks
digitalWrite(pin,nilai); yang sebelumnya pin sudah diset ke mode OUTPUT, lalu
parameter kedua adalah
set nilai HIGH atau LOW. Apabila pin diset dengan
nilai
B. STM32 NUCLEO-G474RE
STM32 NUCLEO-G474RE
merupakan papan pengembangan (development board) berbasis mikrokontroler
STM32G474RET6 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Board ini dirancang
untuk memudahkan proses pembelajaran, pengujian, dan pengembangan aplikasi
sistem tertanam (embedded system), baik untuk pemula maupun tingkat lanjut. STM32
Nucleo-G474RE mengintegrasikan antarmuka ST-LINK debugger/programmer secara
onboard sehingga pengguna dapat langsung melakukan pemrograman dan debugging
tanpa perangkat tambahan.
Adapun spesifikasi dari STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut:
Gambar 1. STM32
NUCLEO-G474RE
|
Microcontroller |
STM32G474RE (ARM
Cortex-M4F) |
|
Operating Voltage |
3.3 V |
|
Input Voltage
(recommended) |
5 V via USB (ST-LINK) atau 7–12 V via
VIN |
|
Input Voltage
(limit) |
4.5 – 15 V (VIN
board Nucleo) |
|
Digital I/O Pins |
±51 GPIO pins (tergantung konfigurasi fungsi) |
|
PWM Digital I/O Pins |
Hingga 24 channel PWM (advanced,
general-purpose, dan high-resolution timers) |
|
Analog Input
Pins |
Hingga 24 channel ADC (12-bit / 16-bit
dengan oversampling) |
|
DC Current per I/O
Pin |
Maks. 20 mA per pin
(disarankan ≤ 8
mA) |
|
DC Current for 3.3V
Pin |
Hingga ±500 mA (tergantung regulator & sumber daya) |
|
Flash Memory |
512 KB internal Flash |
|
SRAM |
128 KB SRAM (termasuk CCM RAM) |
|
Clock Speed |
Hingga 170 MHz |
C. STM32F103C8
STM32F103C8
adalah mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yang dikembangkan oleh
STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sering digunakan dalam pengembangan
sistem tertanam karena kinerjanya yang baik, konsumsi daya yang rendah, dan kompatibilitas dengan
berbagai protokol komunikasi. Pada praktikum
ini, kita menggunakan STM32F103C8 yang dapat diprogram menggunakan berbagai
metode, termasuk komunikasi serial (USART), SWD (Serial Wire Debug), atau JTAG
untuk berhubungan dengan komputer
maupun perangkat lain. Adapun spesifikasi dari STM32F4 yang digunakan dalam
praktikum ini adalah sebagai berikut:
Gambar 2 STM32F103C8
|
Microcontroller |
ARM Cortex-M3 |
|
Operating Voltage |
3.3 V |
|
Input Voltage
(recommended) |
5 V |
|
Input Voltage
(limit) |
2 – 3.6
V |
|
Digital I/O Pins |
32 |
|
PWM Digital
I/O Pins |
15 |
|
Analog Input
Pins |
10 (dengan
resolusi 12-bit ADC) |
|
DC Current per I/O Pin |
25 mA |
|
DC Current for 3.3V Pin |
150 mA |
|
Flash Memory |
64 KB |
|
SRAM |
20 KB |
|
EEPROM |
Emulasi dalam
Flash |
|
Clock Speed |
72 MHz |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar